Tempat Bermain yang Bisa Jadi Penitipan

Sore itu, di sebuah arena permainan yang ada di sebuah mall di Jakarta Barat, jerit kegirangan beberapa anak terdengar riuh. Mereka berlarian dari satu permainan ke permainan lainnya. Sesekali terdengar suara orang dewasa mengingatkan agar si anak agar tak salah melangkah, atau tak menakali teman mainnya.

Beberapa orang tua duduk di luar arena mengawasi anak-anak mereka bermain di arena tersebut. Beberapa menapakkan wajak cemas, takut sesuatu terjadi pada anak mereka. Beberapa lainnya ikut hanyut dalam kegembiraan anak-anaknya.

Di arena itu menyediakan berbagai macam permainan untuk anak-anak. Misalnya saja arena mandi bola. Arena tersebut berbentuk setengah lingkaran. Di salah satu pojoknya terdapat prosotan berbentuk pipa berwarna merah menyala,  berdiameter sekitar satu meter yang bermuara di arena mandi bola tersebut. Jadi ketika anak-anak tersebut meluncur akan disambut dengan puluhan bola pastik warna-warni yang sama ukurannya dengan bola tenis.

Adalah Fantasy Kingdom, sebuah arena bermain untuk anak-anak yang terdapat di Ciputra Mall, Jakarta Barat. Arena bermain tersebut memang dikhususkan untuk anak-anak yang berusia kurang dari 12 tahun. Berisikan bermacam-macam permainan untuk mengasah ketrampilan anak. Banyak permainan yang disediakan di tempat itu, adventure playground, mandi bola, prosotan atau beberapa permainan lainnya.

Budi Santosa, supervisor arena permainan Fantasy Kingdom mengatakan bahwa semua anak-anak yang berumur kurang dari 12 tahun dapat bermain di arena tersebut. “Untuk anak-anak yang memang masih kecil, mereka boleh didampingi oleh pengasuhnya.” tambah Budi. Sedangkan anak-anak yang tidak didampingi oleh pengasuhnya, mereka akan didampingi oleh karyawan Fantasy Kingdom.

Berbagai permainan sudah dirancang sedemikian rupa sehingga aman untuk anak-anak. Bahan-bahannya kebanyakan dari karet atau plastik. Beberapa rangka memang dari bahan fiber, tetapi tetap dibalut dengan karet. Sehingga jika anak-anak terpeleset atau terbentur tidak akan sakit.”Kami selalu memberikan pengarahan kepada orang tua kalau permainan ini beresiko.” ungkab Budi. Tetapi meskipun begitu sampai saat ini tidak ada kecelakaan berat yang terjadi.

Dalam sehari arena tersebut dikunjungi setidaknya 30 sampai dengan 50 anak. Tetapi jika akhir pekan, pengunjung dapat membludak hingga dua kali lipatnya. Budi juga menuturkan, jika hari biasa, anak-anak bisa dititipkan di arena tersebut, sedangkan orang tuanya bisa meninggalkan untuk berbelanja atau sekedar berjalan-jalan di mall. “Tapi kalo sabtu dan minggu kami tidak melayani.” ujar Budi.

Untuk dapat bermain selama setengah jam, mereka harus mengeluarkan biasa sebesar Rp 15.000. Tetapi biasanya tak jarang anak-anak yang bermain lebih dari satu jam. Jika dihitung, dalam sehari Fantasy Kingdom didatangi 50 anakdengan tarif Rp 15.000 per anak. Jika mereka bermain selama satu jam berarti total omset mereka adalah Rp 1,5 juta. Berarti dalam sebulan mereka memperoleh omset Rp 45 juta.

Kebanyakan karyawannya memang sudah berkeluarga dan mempunyai anak sehingga memudahkan mereka untuk mengerti apa yang dimaui oleh anak-anak. Sesekali, jika anak-anak itu tak ingin pulang, mereka harus membujuk dengan bahasa anak-anak pula. Karena hal itulah Fantasy Kingdom mempunyai pelanggan setia.

One Response to “Tempat Bermain yang Bisa Jadi Penitipan”

  1. I’ve worked for an alternative practitioner who referred to allopathic medicine frequently (he had a sizeable practice), and I dare say, from what I’v Click http://s.intmainreturn0.com/hukcoo091645

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: