Kalau Museum Bercerita Aktivitas Bank Tempo Doeloe

Mendengar kata perbankan, pikiran Anda pasti akan melayang pada transaksi keuangan, penjagaan ketat atau pegawai bank yang ramah dan cantik-cantik. Tapi, tahukah Anda, bagaimana perjalanan perbankan pada masa lalu? Ada baiknya, Anda menjelajah Museum Bank Mandiri. Di gedung yang bernama asli Nederlandsche Handel Maatschappij, Anda akan mendapati cuilan-cuilan sejarah industri perbankan di tanah air.

BANGSA yang beradab adalah orang yang tak melupakan sejarah. Inilah yang tergambar ketika memasuki ruang Museum Bank Mandiri. Berdiri kokoh di Jalan Lapangan Stasiun nomor 1, Jakarta Barat, ada penggalan yang terbilang lengkap atas lahirnya aktivitas perbankan di Indonesia.

Ketika saya menyambanginya, Komunitas Jelajah Budaya kebetulan tengah menghadirkan acara Nighttime Journey at Museum Factorij Batavia in 1930’s. Wah, suasana jadoel langsung menyergap kala saya mengikuti aksi perjalanan sejarah mereka. Apalagi, komunitas ini juga fasih bercerita tentang asal muasal karya yang terpampang di museum.

Saat memasuki gerbang museum, saya langsung disambut oleh empat orang berseragam Batavia Drum Corps tengah memainkan lagu Si Jali-Jali. Masuk lebih ke dalam gedung, Anda akan disuguhi aksi beberapa meneer dan noni Belanda asyik mengobrol sambil menikmati secangkir teh hangat dan beberapa makanan kecil yang disuguhkan oleh pribumi berseragam.

Rupanya, anggota komunitas ini tampaknya sengaja mengambil tema tahun 30-an. Maklum sajalah, “Tahun itu merupakan momen pertama kali, saat gedung Nederlandsche Handel Maatschappij (NHM) pertama kali digunakan untuk aktivitas perbankan,” tutur Ketua Komunitas Jelajah Budaya Kartum Setiawan. Di gedong NHM atau biasa disebut Gedung Dagang Belanda inilah aktivitas perbankan, yakni menabung, terjadi.

Gedung NHM sendiri mulai dibangun pada 1929 dengan menggunakan gaya arsitektur art deco hasil rancangan J.J.J. De Bruyn yang bekerjasama dengan A.P. Smits dan C. Van de Linde. Gedung seluas 10.039 meter persegi tersebut diresmikan pada 14 Januari 1933 oleh C.J. Karel van Aalst yang menjadi Presiden NHM pada masa itu.

Menyusuri gedung ini, salah satu peninggalan yang bisa Anda lakukan saksikan adalah Groot Boek (Buku Besar) NHM untuk laporan tahun 1933-1937 yang ditulis tangan sangat rapi. Buku itu berukuran 67 cm x 54 cm x 13 cm, tebalnya 334 halaman, dan bobotnya 28 kilogram. Buku tersebut digunakan NHM untuk mencatat rincian laporan keuangan, yaitu perkiraan perubahan debet dan kredit untuk dilaporkan di setiap akhir bulan. Tak hanya sebatas itu, laporan keuangan dari agen-agen NHM di Surabaya, Semarang, Padang, dan Anyer juga ada.

Masuk lebih dalam, Anda akan melihat ruang direktur utama zaman dulu. Sebuah meja bundar dikelilingi kursi dan dilengkapi dengan palu untuk menetapkan keputusan saat rapat menjadi saksi bisu sebuah keputusan. Peti uang dan brankas dari Escomptonbank Bandung juga tampak, lengkap dengan daun pintu yang punya berat mencapai ratusan kilogram.

Selain itu, transaksi perbankan pada zaman dulu hadir dalam bentuk rekonstruksi perbankan pada era 30-an. Seorang teller dan petugas bank lainnya didominasi oleh peranakan Tionghoa. Untuk menghitung transaksi, mereka menggunakan sempoa. Adapun pribumi tampaknya hanya sebatas menjadi pelayan yang bertugas membersihkan kantor, menyuguhkan secangkir kopi, menyuguhkan cerutu sekaligus juga menyalakan untuk sang pimpinan bank. Rupanya, jurang ras antara pribumi dan non sudah ada sejak tempo doeloe.

One Response to “Kalau Museum Bercerita Aktivitas Bank Tempo Doeloe”

  1. seru neh, kegiatan seperti ini emang sering dibuat sama komunitas jelajah budaya,hampir setiap mereka keliling ke tempat2 bersejarah di kota tua,,lanjutkan. semoga semakin banyak masyarakat jakarta yang hobi kota tua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: