Sejarah Panjang dan Sosok Macho yang Bikin Jatuh Cinta

Harley Davidson jelas bukan sepeda motor sembarangan. Tongkrongan fisiknya sangat khas. Mesinnya pun punya tenaga di atas sepeda motor biasa. Sejarah panjang makin menaikkan gengsi sepeda motor ini. Tak heran, banyak orang yang terpikat ingin memiliki Harley. Buat para pengagum Harley, mengendarai sepeda motor ini memang bisa memunculkan rasa superior. Untuk mereka yang kasmaran berat dengan Harely, biaya pun tak lagi menjadi masalah. Banyak penggemar yang mengoleksi lebih dari satu Harley.

BODY yang besar dengan potongan seksi plus suara mesin menggeram membuat kesan macho tak pernah luntur dari Harley Davidson. Tampilan, performa mesin dan segudang gimmick marketing menjadikan sepeda motor ini tak pernah sepi penggemar. Biarpun harganya bisa sampai sembilan digit, toh populasi Harley tetap besar di Indonesia.

Beberapa penggemar Harley mengakui, jatuh cinta karena sosoknya yang sangat berbeda dengan sepeda motor lain. Mereka semakin terpikat karena Harley punya sejarah yang panjang. Ia, misalnya, pernah menjadi kendaraan tentara sekutu di Perang Dunia Kedua. Kisah historis macam itu tentu mendongkrak nilai jual Harley.

Kesan sebagai legenda juga yang membuat Djonnie Rahmat, pecinta Harley, tertarik untuk memiliki sepeda motor buatan Amerika ini. Pria yang menjabat sebagai Direktur Utama Mabua Harley Davidson, Sole Authorized Distributor Harley Davidson di Indonesia mengatakan, pertama kali tertarik Harley saat ia masih kelas dua SMP, hampir empat dekade lalu. Saat itu, Djonnie membonceng sang kakak yang mengendarai Harley, “Ada perasaan superior saat nangkring dia atas Harley,” tutur Djonnie.

Perasaan bangga bisa mengendarai Harley bisa jadi muncul karena harganya yang tak murah. Bahkan, beberapa orang sengaja membeli Harley untuk menunjukkan status sosial mereka. Maklumlah, hanya mereka yang sudah mapan saja yang mampu memelihara Harley. Namun kebanyakan pemilik Harley itu tak sekadar ingin menunjukkan status sosial, tetapi juga karena sudah kecanduan menunggang Harley. Jika sudah jatuh cinta, penggemar Harley tak akan memikirkan berapapun biaya untuk memodifikasi atau sekadar merawat motornya. Bahkan tak jarang seseorang mempunyai lebih dari sebuah Harley. Demikian pun dengan Djonnie, dia punya tiga Harley, tipe Police, Elektra, dan Ultra Classic.

Banyak pengalaman yang didapat saat mengendarai Harley. Biasanya pemilik Harley melakukan touring bersama-sama. Saat itu pengendara Harley harus bekerjasama, saling menghargai dan tentu saja sabar. Dalam touring biasanya ada aturan main agar para pengendara aman. Djonnie mengaku pernah alpa aturan saat tur dari Semarang menuju Bandung. Dalam perjalanan, di sebuah tikungan, Djonnie mencoba untuk menyalip pengendara di depan. Tiba-tiba dari arah depan muncul angkot yang melaju kencang. Djonnie pun jatuh terpental.

Faisal Arif, seorang manager eksekutif sebuah perusahaan ekspor impor di Jakarta juga mengungkapkan bagaimana ia jatuh cinta pada Harley. Arif mengaku menyukai Harley setelah menyaksikan film yang tokohnya mengendarai Harley, “Saat itu saya masih SD,” tuturnya. Sejak itu, Arif pun gemar berburu berbagai aksesoris berbau Harley. mulai dari poster, kaos, jaket dan juga miniatur Harley. Setelah kehidupannya mapan, Arif pun membeli Harley bertipe touring. Ia memilih tipe tersebut karena terpesona dengan bodinya yang besar.

Sekarang, hampir setiap minggu Arif menunggangi Harley-nya. Jika sudah jatuh cinta dengan Harley, kadang para penggemar seperti lupa dengan dunia. Arif, misalnya, mengaku pernah dicemburui sang istri. “Setiap pagi sebelum kerja, saya mengelus-elus dulu Harley saya. Istri pun bilang saya lebih sayang motor daripada dia,” kata Arif sambil terbahak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: