Jack Johnson: Bait Kehidupan dari Eks Peselancar

Bagi banyak orang, musik merupakan sarana yang paling pas untuk melepas penat. Dengan musik yang renyah dan vokal yang menenangkan, album baru Jack Johnson berjudul Sleep Through The Static agaknya bisa menjadi salah satu koleksi yang pas di mobil Anda.

KEMACETAN di Jakarta yang semakin parah tak pelak membuat para pengendara mobil stres. Tidak heran, jika musik kian menjadi hiburan yang bisa melenturkan urat saraf. Namun, pilihan musik tentunya bukan pada jenis lagu yang punya beat keras dengan suara yang nyaring. Kebanyakan orang memilih alunan musik lembut disertai suara yang renyah.

Nah, album baru dari Jack Johnson ini bisa menjadi koleksi yang pas di mobil Anda. Karena, Jack menawarkan musik yang lembut dan easy listening. Masih sama dengan album-albumnya terdahulu, di album terbaru yang berjudul Sleep Through The Static ini, ia kembali memberikan menawarkan musik yang jazzy dan membuai telinga.

Single andalannya yaitu If I Had Eyes, mampu menenangkan pikiran. Meskipun temponya cukup cepat seperti lagu rock, lagu ini tidak membuat telinga panas. Lirik dalam album ini kebanyakan bercerita tentang berbagai peristiwa dalam hidup. Sumber inspirasi lagu Johnson sebagian besar datang dari pengalaman saat bersama istri, keluarga dan teman-temannya.

Ada yang baru dalam album ini. Jika di album-album sebelumnya Jack selalu menggunakan gitar kopong, di album ini, penyanyi yang sering disebut the man with the sunny voice ini mencoba menggunakan gitar elektrik. Hasilnya cukup lumayan berhasil, karena ia tetap bisa mengolah suara gitar elektrik tersebut sehingga kejernihan bunyi yang dikeluarkannya hampir sama seperti saat ia menggunakan gitar akustik.

Album ini juga sekaligus menjadi ajang reuni Jack dengan Ben Harper, produser yang membantunya pada saat pengerjaan album Brushfire Fairytales di tahun 2001. Dalam album Sleep Though The Static ini, Jack dibantu Adam Topol sebagai penggebuk drum dan Merlo Podlewski yang memainkan bas.

Album ini merupakan album pertama Johson yang direkam di luar Hawaii, tepatnya di Los Angeles di sebuah studio bernama Solar Powered Plastic Plant. Studio ini cukup unik karena menggunakan aliran listrik dari tenaga matahari. Johnson memang sengaja memilih studio ini karena kecintaannya pada pelestarian alam.

Sebelum menjadi seorang musisi, pria yang pernah memenangkan dua Brit Award melalui album In Between Dreams merupakan atlet peselancar profesional. Namun, sebuah kecelakaan saat berselancar memaksanya beristirahat di rumah sakit dengan 150 jahitan. Nah di masa penyembuhan itu, Johnson mengisi waktu dengan memainkan gitar dan menulis lagu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: