Maylaffayza: Setelah Tujuh Tahun, Maylaf Akhirnya Bernyanyi


Pengembaraan seorang Maylaffayza sebagai violis di belantika musik Indonesia selama tujuh tahun dia buktikan dengan meluncurkan sebuah album. Tak tanggung-tangung, dalam albumnya, Maylaffayza berlaku sebagai artis, produser, sekaligus sebagai music director juga.

SIAPA tak kenal dengan nama Maylaffayza. Wanita kelahiran Jakarta, 10 Juli 1976 ini terkenal sebagai seorang pemain biola yang handal. Di setiap penampilannya di panggung, dia selalu berhasil menyihir penonton. Maklum, wanita yang lebih suka dipanggil Maylaf ini memang sudah bergaul dengan biola sejak umur sembilan tahun. Adalah sang ayah yang memperkenalkan Maylaf dengan biola.

Setahun setelah itu, Maylaf memantapkan kemampuannya dengan berguru kepada maestro biola Indonesia, Idris Sardi. Maylaf mulai serius berkarier sebagai violis solo sejak tujuh tahun lalu. Dan baru saja, pemilik nama lengkap Maylaffayza Permata Fitri Wiguna ini memantapkan diri dengan mengeluarkan sebuah album solo.

Album ini dia beri tajuk persis seperti nama bekennya, Maylaffayza. Tujuh tahun memang terkesan sangat lama untuk seorang Maylaf mengeluarkan album. Lamanya waktu yang dia butuhkan, kata Maylaf, lantaran dia juga sekaligus membikin Maylaffayza Record.

Dananya pun berasal dari kantongnya sendiri. “Jadi lumrah kalau waktunya lebih panjang jika dibandingkan dengan yang dimodali dan difasilitasi,” tutur Maylaf. Apalagi, Mayflaf juga berprinsip kalau semua hal yang besar memang harus dimulai dari dalam diri, bukan berharap bantuan dari luar. Dengan begitu, proses kreatifitas tak akan terbelenggu.

Hasilnya memang istimewa. Lewat album ini, Maylaf berhasil membuktikan bahwa biola tak hanya identik dengan musik klasik. Biola bisa menjadi instrumen yang hip, modern dan segar. Dengar saja sisipan irama hip hop dan rhythm and blues dalam beberapa komposisi yang dia mainkan. Ciamik!

Makanya, Maylaf menyebut genre musiknya sebagai pop crossover. Seperti yang terdengar dalam komposisi Hey Britney. Di sana, Maylaf mencoba untuk menantang Britney Spears berdansa dengan iringan biola gesekannya. Lagu sepanjang hampir tiga menit ini benar-benar bisa membuat Anda berdiri dan bergoyang ikut irama.

Lewat album ini pula, Maylaf juga mencoba memperkenalkan musik daerah lewat lagu Aceh Bungong Jeumpa. Tentu saja dengan balutan musik modern. Dalam komposisi tersebut, Maylaf menyelipkan nuansa African-American rhytm seperti hip hop yang kental dengan bassline, drums, dan handclap.

Dalam album ini Maylaffayza juga mencoba menunjukkan kemampuan vokalnya di lima lagu. Rupanya dia ingin unjuk gigi bernyanyi setelah delapan tahun mengasah vokal dari Elfa Secioria, Bertha, Catharina Leimena, hingga Ivonne Atmojo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: