SOL Project: Goyangan Latin Berbaur Cengkok Keroncong

Dalam album Indonesian Latino Grooves, SOL Project mengusung aliran world music. Kelompok ini membawakan lagu-lagu yang pernah populer di Indonesia dengan berbagai irama latin, seperti gua gua cha.

UNIK. Kata tersebut tepat untuk menggambarkan Indonesian Latino Grooves, album pertama milik kelompok SOL Project. Dari judulnya, bisa kita tebak jenis lagu apa yang ada dalam album ini. Mereka menggarap ulang lagu-lagu Indonesia yang pernah populer, mulai dari lagu tradisional, dangdut hingga yang punk rock, dalam kemasan latin.

Yang menarik, SOL Project tak sekadar memberi warna latin dalam album ini. Coba saja tengok Cahaya Bulan, milik grup punk rock lokal, Netral. Lagu yang semula bertempo cepat itu berubah menjadi lambat. Aksentuasi musik keroncong yang menjadi intro, kemudian berlanjut dengan ketukan lincah perkusi. Gesekan lembut biola menggantikan efek distorsi gitar. Ketukan ritmis perkusi khas Latin tentu juga menggusur hantaman senar drum yang rancak.

Suara khas Bagus, Vokalis Netral, yang datar namun bersemangat berubah menjadi cengkok keroncong ala Sundari Soekotjo. “Di lagu Cahaya Bulan kami menggabungkan musik keroncong dengan musik gua gua cha.” ungkap Rudy Octave, salah satu personel SOL Project. Musik gua gua cha merupakan musik yang berasal dari benua Afrika. Musik ini populer di antara kaum peranakan Afrika yang hidup di Kuba.

Atau, simak Tua-Tua Keladi. SOL Project merombak habis lagu yang dulu populer karena suara melengking Anggun C. Sasmi ini. SOL Project menampilkan Tua-Tua Keladi dalam bahasa Indonesia yang tetap berjudul sama, dan bahasa Spanyol yang berjudul Poner Se Viejo y Estar Loco. Gaya latin menjadikan lagu ini lebih dinamis.

Personel utama SOL Project adalah Rudi Octave (piano), Faizer Flores (conga) dan Cecilia Ventura (vokal). Dalam album Indonesia Latino Grooves, SOL Project juga mendapat bantuan beberapa musisi lain, seperti Devian (saksofon) di lagu Benci Tapi Rindu, Lilik (biola) di lagu Cahaya Bulan, dan juga Korem Sihombing (suling batak) di lagu Anju Au.

Dalam jagad musik lokal, eksperimen mencampurkan dua jenis musik memang bukan hal baru. Grup jazz kondang, Krakatau, barusan melempar album 2 Worlds, yang berupa dialog antara musik tradisional dengan musik jazz. Aliran yang mengawinkan dua jenis musik yang berbeda kerap disebut world music.

Aliran world music ala SOL Project adalah angin segar untuk musik Indonesia, di tengah dominasi genre pop melankonis yang tak ada lawan. SOL Project telah merencana untuk menerbitkan album kedua pada bulan Maret atau April tahun ini. “Dalam album yang baru, kami akan membawakan lagu-lagu yang pernah populer milik Slank, Dewa 19 juga Serieus,” kata Rudy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: