Tak Ada Resep Rahasia di Suis Butcher, Cuma Pengolahan Mendetail

Jika Anda penyuka steak dan sedang berjalan-jalan ke Kota Bandung, cobalah untuk singgah sebentar di Jalan Setiabudi. Di sini Anda bisa menemukan kedai steak yang cukup murah, tetapi rasanya tak murahan.

DI Kota Bandung, banyak tempat makan yang menawarkan sajian steak. Tetapi, jika Anda bertanya kepada urang Bandung tempat makan steak yang asyik, lezat, wal murah, pasti jawaban mereka adalah Suis Butcher Steak House. Kedai steak ini terletak di ujung utara Kota Bandung, tepatnya di Jalan Setiabudi. Lantaran kedai ini selalu ramai, niscaya Anda tak bakal susah mencarinya.

Jika berkunjung ke Suis Butcher, menu yang perlu Anda icip adalah steak rib barbeque. Menu ini berisikan dua potong braised iga sapi, didampingi dengan kentang goreng yang renyah. Jangan lupakan juga rebusan sayur yang terdiri dari potongan wortel, jagung manis, dan kacang polong. Untuk penambah rasa terdapat saus barbeque. Daging steaknya sangat juicy. Bumbunya benar-benar meresap dan menempel di lidah. Untuk memotongnya, Anda tak perlu menguras tenaga. Maklum, hasil olahannya sangat empuk. Dengan sekali tarik, daging akan langsung terlepas dari tulangnya.

Selain steak rib barbeque, Anda juga perlu untuk mencoba tenderloin parmegiana. Ini adalah tenderloin yang di-grill, kemudian disiram dengan saus barbeque dan di atasnya ditaburi dengan keju parut. Di sampingnya, tenderloin menemani brokoli rebus yang disiram dengan saus keju. Selain kedua menu tersebut, masih ada satu lagi pilihan menu yang perlu Anda rasakan. Yaitu chicken cordon bleu. Menu ini sedikit berbeda dengan kedua menu steak tadi, karena menggunakan daging ayam dan cara pengolahannya pun tidak di-grill, melainkan digoreng. Isi menu ini, lapisan paling bawah adalah daging asap, ditumpuk dengan daging ayam yang cukup tebal, dan pada lapisan paling atas adalah keju keju mozzarella. Kemudian, baru dibungkus panir dan digoreng.

Sebagai appetizer, Anda bisa memesan goulash soup. Rasanya sangat nendang. Saat Anda menyeruput, rasa hangat akan langsung menyeruap di mulut. Sendok demi sendok akan menambah gairah anda untuk menyantap hidangan berikutnya. Untuk seporsi rib barbegue, Suis Bucher menghargainya sebesar Rp 31.500. Untuk tenderloin parmegiana lebih murah lagi, yaitu Rp 28.500. Sedangkan untuk chicken cordon bleu, Anda hanya perlu merogoh kocek Rp 27.500.

Edwin Baharta, Manajer Suis Butcher, mengatakan tak ada resep rahasia di Suis Butcher. Cara pengolahan dan juga bumbunya pun sama dengan masakan steak di tempat lain. “Hanya saja ada sedikit modifikasi agar bisa diterima di lidah orang Indonesia, tetapi juga tidak ditolak sama lidah bule,” kata Edwin. Yang membedakan Suis Butcher dengan kedai steak lainnya adalah cara pengolahan daging yang sangat mendetail.

Edwin bercerita, saat diterima dari jagal pertama kali, daging segar tidak boleh langsung dimasak, melainkan harus digantung dulu selama 36 jam di suhu 5 derajat Celsius. “Ini agar mikro organismenya bekerja memakan serat-serat yang ada di lapisan atas,” ungkap Edwin. Setelah 36 jam, daging tersebut harus langsung dikonsumsi, karena jika tidak akan terjadi pembusukan.

Edwin menyebut steak adalah masakan yang paling mudah diolah. “Cukup dikasih garam dan merica kemudian langsung naik ke api,” ungkapnya. Sedangkan untuk sausnya bisa disiapkan dari pagi. Oleh karena itu, Anda tak perlu menunggu terlalu lama untuk bisa menikmati hidangan di Suis Butcher. Pada dasarnya, steak adalah daging yang dibakar setengah matang. Tapi, untuk menyesuaikan dengan selera orang Indonesia, Suis Butcher memasak steaknya hingga matang. “Bahkan, tak jarang ada tamu yang minta agar dagingnya garing,” seru Edwin.

Suis Butcher buka dari pukul sepuluh pagi hingga pukul sebelas malam. Cuma, untuk pesanan terakhir Anda harus memesannya sebelum pukul 10.30 malam. Maklum, kedai ini dalam sehari bisa melayani 200 tamu. “Tapi ini hanya untuk yang di Setiabudi, lo,” tutur Edwin. Soalnya, saat ini Suis Bucher sudah mempunyai cabang di Jalan Martadinata.

Edwin bercerita, setelah membuka cabang di Jalan Martadinata, omzet Suis Butcher yang di Setiabudi langsung turun. Maklum, “Banyak pelanggan yang berpindah ke Suis Butcher Martadinata. Soalnya kan banyak penyuka steak yang datang dari daerah selatan,” katanya. Toh, belakangan banyak juga pelanggan Suis Bucher yang kembali lagi bertandang ke Setiabudi. Ini bukan karena rasa steak di Martadinata tidak seenak di Setiabudi, tapi karena mereka tak mau mengantre terlalu lama untuk dapat menikmati steak.

Untuk interior dan eksterior, kedai ini tidak terlalu mewah, tetapi cukup nyaman untuk bersantap. Kadang-kadang, tamu harus berkipas-kipas ria karena AC-nya tidak hidup. “Maklumlah, ini kan AC tua,” kata Edwin. Bukan hal yang aneh jika sering kali tamu yang datang meminta kepada Edwin agar lebih memperhatikan kenyamanan tamunya. “Banyak tamu yang komplain, sih, sebenarnya,” katanya. Tetapi, hal tersebut tidak ia lakukan. Karena, jika harus merombak tatanan interior, misalnya menambah AC, itu jelas akan berimbas pada biaya operasional. Dan, efeknya tentu saja tamu sendiri yang kena, karena harga yang bertambah mahal. Ini jelas tidak sesuai dengan komitmen awal Suis butcher, yaitu memberikan harga bersaing. “Dengan harga seperti sekarang, kami bisa merangkul semua golongan, dari yang naik angkot sampai naik Jaguar,” kata Edwin.

Dalam sehari, Suis Butcher di Setiabudi bisa meraup omzet sebesar Rp 7 juta. Sedangkan untuk yang di Jalan Martadinata tentu saja lebih besar. Maklum, di Jalan Martadinata, para pembelinya lebih banyak. Anda pilih mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: