Butet Kertaredjasa: Menyentil Lewat Sarimin

ANDA tentu kenal dengan Butet Kertaredjasa. Jagoan monolog ini kembali melakukan pementasan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, dalam rangkaian acara Art Summit V.

Lewat pementasan yang bertajuk Sarimin itu, Butet bercerita tentang seorang warga negara biasa yang jujur dan buta huruf. Suatu hari ia menemukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di pinggir jalan dan menyerahkannya pada pihak kepolisian. Ia berharap polisi akan mengembalikan KTP itu pada pemiliknya.

Namun, yang terjadi di luar dugaan Sarimin. Secara tidak sengaja ia terseret dalam ketidakpastian dunia hukum. Ia pun berniat mencari keadilan dan kebenaran. Sebagaimana pementasan-pementasan sebelumnya, putra almarhum Bagong Kussudiardjo ini menyentil orang-orang yang mempunyai kekuasaan. ”Ya, para praktisi hukum, pengacara, sama orang-orang yang berkutat di dunia hukum itu,” tutur Butet.

Untuk pementasan kali ini si pria kelahiran Yogyakarta, 21 November 1961, membutuhkan waktu persiapan sekitar dua bulan. “Tapi, untuk penggalian ide sama pembuatan naskahnya sudah sejak lama,” katanya. Apa targetnya kali ini? “Target saya adalah anak muda, kalangan bisnis, dan yang saya sentil,” bebernya. Yah, semoga saja yang disentil akan merasa tersentil, ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: