Kepiting Cak Gundul: Dari Pandaan Merangsek ke Kelapa Gading

Anda doyan kepiting, cobalah sambangi Kedai Kepiting Cak Gundul 1992 di kawasan Kelapa Gading. Anda bisa menikmati kepiting asam manis, bumbu kepiting kare, atau kepiting mentega yang super lezat.

JIKA anda jalan-jalan ke Kelapa Gading, cobalah untuk berbelok sebentar ke kedai Kepiting Cak Gundul 1992. Sesuai namanya, menu andalan kedai ini berupa olahan kepiting. Hewan bercapit ini diolah menjadi berbagai masakan yang menggugah selera. Mulai dari kepiting asam manis, kepiting bumbu kare, atau kepiting masak mentega.

Di Jakarta boleh newbie, tapi sebenarnya Kepiting Cak Gundul sudah ada di Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur sejak tahun 1992. Di tanah kelahirannya itu, Cak Gundul memang sudah terkenal. Coba tanya saja pada setiap orang di Pandaan. Pasti semua akan memberi tahu letak Cak Gundul.

Sebelum ke Jakarta, Cak Gundul sudah melebarkan sayapnya ke Surabaya, tiga tahun yang lalu. Di Surabaya, Kepiting Cak Gundul juga lumayan terkenal. Racikan khasnya membuat orang ingin berkunjung lagi. Machsun, pemilik kedai Cak Gundul, lalu bercerita. Ia melebarkan sayap ke Jakarta karena banyak pengunjungnya meminta untuk membuka cabang.

Sebelum memilih di Jakarta, ia mempunyai alternatif kota lain, yakni Balikpapan dan Bandung. Lantaran banyak orang Pasuruan, Malang, Surabaya di ibukota, Cak Gundul pun hadir. Saat mencari lokasi ia mempunyai dua alternatif lokasi, di Cibubur dan di Kelapa Gading. Setelah berkonsultasi dengan istrinya, Machsun kemudian membuka cabang di Kelapa Gading.

Pilihan itu rada aneh, soalnya tempat itu masih sepi. Tapi, Machsun punya alasan lain. Kepiting Cak Gundul sudah cukup punya nama, sehingga di mana pun ia membuka orang akan mencarinya. Benar saja. Saat beriklan di suratkabar bahwa Cak Gundul hadir di Kelapa Gading, banyak pelanggan yang meneleponnya.

Untuk mendapatkan tempat tersebut, Machsun menyewa ruko Rp 60 juta setahun. Ia menyewanya selama dua tahun. Tapi, pagi-pagi Machsun mengatakan ke pemilik ruko, kalau kedainya nanti ramai, ia akan membeli ruko tersebut. Karena alasan itu, pemilik ruko memberi potongan harga sewa. “Saya dikasih Rp 40 juta setahun,” ujarnya.

Ruang Cak Gundul Kelapa Gading dapat memuat sekitar 60 tamu. Tapi, jika malam bisa lebih banyak. “Kalau yang di Surabaya bisa 175 orang. Dan, di Pandaan lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Di kedai ini Anda bisa memilih sendiri kepiting yang Anda inginkan, lalu ditimbang. Dari situ bisa diperkirakan berapa dalam pengunjung mesti merogoh kocek. Untuk kepiting jumbo atau kepiting jantan Rp 100.000 per kg. Sementara, untuk kepiting kualitas super 1 Rp 90.000 per kg, dan super 2 Rp 80.000 per kg.

Nah, untuk jenis full jumbo, yaitu kepiting telur, per kilonya Rp 110.000. Lantaran menggunakan konsep dapur terbuka, pengunjung bisa melihat langsung saat kepiting dibersihkan, diolah, dan kemudian disajikan di meja.

Meski mengusung konsep terbuka, Machsun tak ingin pengunjung kedainya terganggu. Anda tak terganggu asap atau kotoran dari masakan. Untuk rasanya, kepiting olahan Machsun memang istimewa.

Saat mencecap kepiting asam manis, rasa manis nan nikmat sangat mendominasi. Jika tak begitu menyukai rasa manis, Anda bisa berpesan kepada pramusajinya. Jika menyukai pedas, Anda juga bisa memesan kepiting asam manis yang pedas. Kepiting bumbu kare juga demikian. Harum bumbu kare langsung menyeruak. Ingat, jangan buru-buru menyeruput kuah kare itu, bisa-bisa lidah Anda terbakar. Tunggu sebentar, lalu seruput pelan-pelan, maka rasa hangat akan langsung menghuni perut Anda.

Saat mencecap kepiting, tak perlu bekerja keras. Soalnya, cangkang kepiting sudah dibuat sedemikian rupa sehingga Anda tidak perlu repot-repot memukul atau menjepit capit tersebut hingga pecah. Juru masak sudah memecah capit agar Anda tinggal membuka, dan nyam…, daging kepiting yang gemuk-gemuk bisa langsung Anda nikmati.

Jika Anda tidak menyukai kepiting, pilih saja hidangan laut lain. Misalnya, cumi dan udang yang dimasak asam manis atau mentega. Juga ada ikan dorang goreng atau bakar asap. Untuk sayurnya ada cah kangkung.

Dalam sehari, ketiga kedai Kepiting Cak Gundul bisa menghabiskan kurang lebih 400 kg kepiting. Sedangkan saat hari libur bisa menghabiskan sampai 600 kg. “Kalau Lebaran bisa sampai 1 ton,” ucap Machsun.

Untuk memenuhi stok bahan baku, dia sudah punya pemasok khusus yang mendatangkan kepiting tangkapan dari Jawa Timur dan Kalimantan. Ada satu lagi keistimewaan dari Kepiting Cak Gundul. Yaitu, air masaknya diambil langsung dari Gunung Salak. Tapi, itu hanya untuk kedai di Jakarta dan Surabaya. Sedangkan untuk di Pandaan, Machsun mengambil langsung dari mata air di Pandaan. Agar tamu mengetahui hal tersebut, Macshun menuliskannya di setiap kedainya. “Mereka akan jadi tahu airnya dari mana,” ujar Machsun.

2 Responses to “Kepiting Cak Gundul: Dari Pandaan Merangsek ke Kelapa Gading”

  1. abi …
    makasih yaa info na …. yaa tu mantaaph sekali kepiting na ,,saya udh nyoba yg d surabaya ,kebetulan dekat dgan rumah saya..

    moo nyoba dong yang d kelapa gading, lain waktu deeh !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: