Terluas Se-Asia Tenggara
Minat baca masyarakat Indonesia khususnya Jakarta memang masih rendah. Lihat saja, Dari 12 juta penduduk Jakarta, hanya ada sekitar 200 orang per hari yang mengunjungi perpustakaan. Dari angkat tersebut hanya 20% saja yang meminjam buku. Selain itu jumlah penduduk dengan jumlah toko buku yang ada juga tidak sebanding.
Hal tersebut diakui oleh Petrus Waworuntu, Direktur Eksekutif PT Gramedia Asri Media yang membawahi jaringan toko buku Gramedia di seluruh Indonesia. Petrus mengatakan saat ini jika dilihat dari sisi penjualan buku masih sangat memprihatinkan. “Saat ini hanya buku Harry Potter saja yang bisa menembus angka penjualan sampai 40.000 eksemplar.” ungkapnya.
Namun hal tersebut tidak menyurutkan Toko Buku Gramedia untuk mengembangkan usahanya. Pada tanggal 28 Desember 2007 kemarin, Toko Buku Gramedia baru saja meresmikan gedung yang baru saja mereka renovasi di bilangan Matraman.
Semula, toko ini luasnya kurang lebih 4.000 meter persegi. Setelah direnovasi meningkat menjadi 7.097 meter persegi dan menyediakan 130.379 judul buku. Perluasan lahan ini menjadikan Toko Buku Gramedia Matraman sebagai toko buku terbesar se-Asia Tenggara.
Klaim sebagai tersebut bukan omong kosong belaka. Jika dibandingkan dengan Malaysian Publishing House (MPH) Bookstores, toko buku terbesar di Malaysia dan juga Kinokuniya Singapura, toko buku terbesar di Singapura, Gramedia Matraman jauh lebih luas. MPH Bookstores hanya seluas 2.250 meter persegi, sedangkan Kinokuniya Singapura hanya seluas 3.600 meter persegi.
Petrus mengatakan, Toko Buku Gramedia lebih memilih untuk memperluas toko buku Matraman daripada membuka di tempat lain karena selama ini toko buku Gramedia luasnya hanya sekitar 1.500-2.000 meter persegi saja. Dan lahan seluas itu tidak bisa menampung jumlah buku yang saat ini semakin banyak.”Kadang buku itu hanya mampir saja di Gramedia, kalau ada judul baru lagi langsung diganti.” kata Petrus.
Konsep yang diusung oleh Toko Buku Gramedia ini pun cukup menarik. Di lantai dasar terdapat beberapa gerai makanan cepat saji seperti Dunkin’ Donuts, Es Teller 77, Crepe ‘n Crepes atau Regina’s Bakery. Menurut Petrus, beberapa gerai makanan tersebut disediakan karena kadang orang membutuhkan waktu lama untuk memilih buku. Jika mereka lapar mereka bisa langsung mencarinya di situ,”kan nggak perlu ke tempat lainnya.” kata petrus. Dan jika mereka sudah kenyang, mereka bisa melanjutkannya lagi.
Toko buku terbesar se-Asia Tenggara ini ditata cukup informatif. Banyak tanda yang diberikan untuk memberikan informasi letak buku-buku tertentu. Pembagiannya pun cukup jelas. Lantai dasar diisi oleh perlengkapan komputer dan juga peralatan kerja. Lantai 1 diisi dengan buku-buku impor, buku bisnis dan majalah, lantai 2 diisi dengan buku-buku agama-psikoligi, novel, dan juga sosial politik. Dan lantai 3 diisi dengan buku anak-anak.
Di setiap ujung eskalatif terdapat satpam yang siap sedia memberikan informasi yang anda butuhkan. Misalnya saja di mana letak buku atau dimana harus membayarnya. Ananda, salah seorang pengunjung mengatakan bahwa setelah renovasi, koleksi buku yang disediakan oleh Gramedia cukup lengkap.
Pengunjung lain yaitu Agung Kusumawardana juga mengatakan hal yang sama. Menurut Agung, dibandingkan dengan toko buku lain yang pernah dikunjunginya, Gramedia Matraman merupakan yang terbesar.”Sayangnya komputer yang menyediakan direktori buku apa saja yang dijual dan dimana tempatnya kurang.” ungkap Agung.
Selain itu Ananda menyukai toko buku gramedia Matraman karena lokasinya yang dekat dengan halte busway.”Jadi naik busway dari Cilandak bisa langsung ke sini.” tuturnya.
